Halaman sekolah KB & TK Aisyiyah Al Wafa setiap Senin pagi selalu dipenuhi barisan rapi peserta didik yang bersiap mengikuti upacara bendera. Kegiatan rutin ini menjadi sarana pembiasaan karakter bagi anak usia dini untuk belajar disiplin, tertib, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak kecil. Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan suasana yang khidmat namun tetap menyenangkan. Kepala Sekolah sebagai pemimpin upacara. Beliau memimpin jalannya upacara sekaligus memberikan teladan langsung tentang sikap hormat, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Petugas upacara merupakan perwakilan dari anak - anak dan dilaksanakan secara bergiliran setiap minggunya, mulai dari kelas B2, kelas B1, kelas A2, hingga kelas A1. Sistem giliran ini memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh kelas untuk belajar menjadi petugas dan merasakan pengalaman memimpin di depan teman-temannya.
Anak - anak tampak bangga saat namanya dipanggil sebagai petugas upacara. Tentunya anak - anak yang bertugas tidak bekerja sendiri. Seluruh petugas didampingi dan dibantu oleh guru. Guru memberikan arahan, mengingatkan langkah - langkah upacara, serta memastikan anak merasa aman dan percaya diri saat bertugas. Mulai dari pemimpin upacara, mengucapkan Pancasila, mengucapkan janji ABA, hingga dirigen, semua mendapat bimbingan dengan sabar. Rangkaian upacara dilaksanakan secara sederhana dan disesuaikan dengan usia anak. Meski sederhana, seluruh peserta mengikuti dengan tertib dan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini anak-anak belajar banyak hal dalam satu waktu. Mereka belajar berani berbicara di depan umum, menghargai simbol negara, dan disiplin mengikuti aturan. Guru juga memanfaatkan momen upacara untuk mengenalkan makna bendera, pentingnya menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan sejak dini. KB & TK Aisyiyah Al Wafa meyakini bahwa pembiasaan upacara bendera setiap Senin pagi adalah pondasi penting pendidikan karakter. Dengan Kepala Sekolah sebagai pemimpin, guru sebagai pendamping, dan anak-anak sebagai pelaku utama, diharapkan tumbuh generasi yang cinta Indonesia, berani, mandiri, dan berakhlak mulia. Upacara pun ditutup dengan doa bersama dan pemeriksaan kuku. Kemudian anak-anak kembali ke kelas dengan wajah ceria.

0 Komentar